Selasa, 23 Juni 2015

FIRE & SAFETY ENGINEERING

Sejarah awal Fire Engineering diawali di Romawi kuno, ketika Kaisar Nero memerintahkan kota dibangun kembali menggunakan metode proteksi kebakaran pasif, seperti pemisahan jarak antar bangunan dan menggunakan bahan bangunan tidak mudah terbakar, kebijakan itu diambil setelah terjadinya bencara kebakaran besar di Romawi. Disiplin teknik Fire Protection muncul pada awal abad ke-20 sebagai suatu disiplin yang berbeda, terpisah dari teknik sipil, mekanik dan kimia, dalam menanggapi masalah kebakaran baru yang ditimbulkan oleh Revolusi Industri. Ahli proteksi kebakaran (Fire Protection Engineer) pada era sekarang mengabdikan dirinya dengan merancang metode dan teknik untuk melindungi fasilitas dan pabrik-pabrik besar dari bahaya kebakaran, motivasi lain mengembangkan disiplin ilmu Fire Protection Engineering adalah mencari inovasi melalui penelitian dan praktek guna melindungi ancaman kebakaran gedung dan pemukiman penduduk yang banyak terjadi di perkotaan pada abad ke-19. Industri asuransi juga turut membantu mempromosikan kemajuan dalam profesi rekayasa kebakaran dan pengembangan sistem proteksi kebakaran dan peralatan (Fire Protection Engineering).

Saat permulaan abad ke-20, melalui serangkaian peristiwa bencana kebakaran hebat dihasilkan peningkatan standard dan persyaratan desain bangunan untuk melindungi orang-orang dan properti dari kebakaran. Pada pertengahan abad ke-20 profesi dan disiplin teknik proteksi kebakaran (Fire Protection Engineering) muncul sebagai profesi teknik yang unik, faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap pertumbuhan displin ilmu proteksi kebakaran (Fire Protection Engineering) adalah berdirinya Institution of Fire Engineers pada tahun 1918 di Inggris dan Society of Fire Protection Engineers pada tahun 1950 di Amerika Serikat. Munculnya lembaga profesi ahli proteksi kebakaran (Fire Protection Engineering) tesebut menjadikan profesi proteksi kebakaran (Fire Protection Engineer) sebagai praktisi dan konsultan independen dalam bidang proteksi kebakaran dan menghasilkan standard (peraturan/pedoman) teknik untuk proteksi kebakaran.

Fire Engineering adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan rekayasa untuk melindungi orang, properti dan lingkungan mereka dari dampak berbahaya dan merusak dari kebakaran dan asap. Pengembangan disiplin ilmu Fire Engineering tersebut tersebut menghasilkan bidang keilmuan Fire Protection Engineering meliputi teknik proteksi kebakaran yang fokus pada metode identifikasi potensi dan sistem deteksi kebakaran, metode mitigasi kebakaran dan teknik penanggulangan atau pemadaman kebakaran. Dan bidang keilmuan Fire Safety Engineering yang fokus pada masalah perilaku manusia terhadap api dan pengaturan lingkungan hidup manusia (rumah, bangunan, gedung dll) untuk memudahkan manusia evakuasi dari kebakaran. Di Amerika Serikat, disiplin ilmu Fire Safety Engineering menjadi bagian tidak terpisahkan didalam Fire Protection Engineering.

Fire Engineer, seperti ahli di bidang teknik atau disiplin ilmu lainnya, melakukan program formal pendidikan dan pengembangan profesional untuk memperoleh dan mempertahankan kompetensi mereka. Pendidikan ini biasanya mencakup studi dasar dalam matematika, fisika, kimia dan analisa teknis. Studi teknis profesional Fire Engineering lebih difokuskan pada mempelajari dan meningkatkan keahlian dalam ilmu material, statika, dinamika, termodinamika, dinamika fluida, perpindahan panas, teknik ekonomi, etika, sistem di bidang teknik, kehandalan dan psikologi lingkungan. Studi di bidang sumber/proses terjadinya kebakaran, penilaian risiko probabilistik atau manajemen risiko, desain sistem pencegah kebakaran, aplikasi dan interpretasi dari standar bangunan atau fasilitas, dan pengukuran dan simulasi fenomena kebakaran lengkap sebagian besar kurikulum bagi seorang Fire Engineer.

Di Indonesia, keahlian bidang proteksi kebakaran (Fire Protection Engineer) tidak terpisah dari bidang Safety (Keselamatan Kerja) sebagaimana diatur dalam peraturan bidang K3 pemerintah. Profesi Fire Protection Engineer telah mendapatkan tempat di berbagai instansi pemerintah dan industri di Indonesia namun kualifikasi keahlian Fire Engineer di Indonesia hingga saat ini baru pada level keahlian bidang penanggulangan kebakaran (Fire Fighting) ditandai dengan adanya sertifikasi profesi bidang Pemadam Kebakaran (Fireman) oleh BNSP (Badan Nasional Standarisasi Profesi), sedangkan keahlian dibidang rekayasa dan penelitian Fire Engineering masih belum dikembangkan dan diakomodir baik oleh pemerintah maupun industri.

Melalui forum ini, saya mengajak rekan-rekan praktisi, ahli dan pekerja dibidang Fire & Safety Engineer bergabung dan berdiskusi tentang permasalahan dan perkembangan disiplin ilmu Fire & Safety Engineering serta aplikasi bidang keilmuannya di dunia industri. Di Kaskus ini, saya melihat bidang tersebut belum terakomodir, saya yakin bahwa diantara member Kaskus ada yang berprofesi sebagai pelaku, penggiat, pengamat atau mahasiswa ilmu Fire & Safety Engineering karena itu forum ini menjadi langkah awal untuk mengakomodir sharing knowledge dan diskusi masalah Fire & Safety Engineering di Indonesia.

Beberapa materi bahasan (trending topic) akan dikembangkan bertahap, yaitu :
1. Fire & Safety Standard and Regulation
2. Fire & Safety Technology
3. Safety Pause & Lesson Learn Incident






Sumber :




Safety Engineering

Apa itu Safety Engineer??  seperti apakah pekerjaan mereka??

Berikut penjelasan mengenai Safety Engineering

Kecelakaan dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Di tempat kerja dan pabrik-pabrik yang menggunakan mesin, bahan kimia, dan bahan-bahan yang mempunyai potensi bahaya lainnya, selalu menjadi tempat  yang dapat menyebabkan cedera bahkan kematian dan seorang safety engineer berupaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan. Sebagai seorang safety engineer, kita menggunakan seluruh aspek pengetahuan kita untuk mengidentifikasi dan meminimalkan resiko dalam suatu pekerjaan, baik dari segi engineering maupun segi keselamatan pekerja, juga dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar, serta harus familiar dengan peraturan-peraturan kesehatan dan keamanan. Tugas seorang safety engineer sangat bervariasi, terkadang kita bekerja di area proses suatu pabrik untuk mencari potensi bahaya dan mengembangkan prosedur untuk menghilangkannya, serta memastikan bahwa para pekerja mematuhi prosedur kerja dan prosedur keselamatan yang berlaku dalam suatu perusahaan. Ilmu engineering dapat diterapkan  untuk menganalisa desain suatu peralatan, menilai dan mengurangi resiko kegagalan suatu alat yang mungkin terbukti mempunyai potensi bahaya, kita juga menggunakan software untuk memudahkan pekerjaan.
Keselamatan kerja atau Occupational Safety, dalam istilah sehari hari sering disebut dengan safety saja, secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Pengertian Kecelakaan Kerja (accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. Dewasa ini pembangunan nasional tergantung banyak kepada kualitas, kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia termasuk praktisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dari segi dunia usaha diperlukan produktivitas dan daya saing yang baik agar dapat berkiprah dalam bisnis internasional maupun domestik. Salah satu faktor yang harus dibina sebaik-baiknya adalah implementasi K3 dalam berbagai aktivitas masyarakat khususnya dalam dunia kerja.
Pengertian Hampir Celaka, yang dalam istilah safety disebut dengan insiden (incident), ada juga yang menyebutkan dengan istilah “near-miss” atau “near-accident”, adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yang sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses kerja.
Bagaimana K3 dalam perspektif hukum? Ada tiga aspek utama hukum K3 yaitu norma keselamatan, kesehatan kerja, dan kerja nyata. Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif.
Konsep ini diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja, kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja.Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya.


Ruang Lingkup K3
Ruang lingkup hyperkes dapat dijelaskan sebagai berikut (Rachman, 1990) :
a. Kesehatan dan keselamatan kerja diterapkan di semua tempat kerja yang di dalamnya melibatkan aspek manusia sebagai tenaga kerja, bahaya akibat kerja dan usaha yang dikerjakan.
b. Aspek perlindungan dalam hyperkes meliputi :
1) Tenaga kerja dari semua jenis dan jenjang keahlian
2) Peralatan dan bahan yang dipergunakan
3) Faktor-faktor lingkungan fisik, biologi, kimiawi, maupun sosial.
4) Proses produksi
5) Karakteristik dan sifat pekerjaan
6) Teknologi dan metodologi kerja

c. Penerapan Hyperkes dilaksanakan secara holistik sejak perencanaan hingga perolehan hasil dari kegiatan industri barang maupun jasa.
d. Semua pihak yang terlibat dalam proses industri/perusahaan ikut bertanggung jawab atas keberhasilan usaha hyperkes.

 Terdapat beberapa pengertian dan definisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang dapat diambil dari beberapa sumber, di antaranya ialah pengertian dan definisi K3 menurut Filosofi, menurut Keilmuan serta menurut standar OHSAS 18001:2007. Berikut adalah pengertian dan definisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) tersebut :
Filosofi (Mangkunegara) :
Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur.

   Keilmuan :
Semua Ilmu dan Penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan.

 OHSAS 18001:2007 :
Semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) di tempat kerja. Pengertian/definisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di atas merupakan pengertian/definisi K3 yang secara umum digunakan dan diajarkan, namun di luar referensi di atas masih banyak referensi mengenai pengertian/definisi K3 baik menurut ILO ataupun OSHA namun tidak kami bahas dalam artikel ini sehingga bisa didapatkan melalui penelusuran di mesin pencarian internet.


Apa di Indonesia, ada Undang-Undang yang mengatur mengenai K3?
Jawabannya ada.  Undang-Undang yang mengatur K3 adalah sebagai berikut :

-   Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
Undang-Undang ini mengatur dengan jelas tentang kewajiban pimpinan tempat kerja dan pekerja dalam melaksanakan keselamatan kerja.

-   Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
Undang- Undang ini menyatakan bahwa secara khusus perusahaan berkewajiban memeriksakan kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan fisik pekerja yang baru maupun yang akan dipindahkan ke tempat kerja baru, sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan kepada pekerja, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebaliknya para pekerja juga berkewajiban memakai alat pelindung diri (APD) dengan tepat dan benar serta mematuhi semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.

-   Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
Undang-Undang ini mengatur mengenai segala hal yang berhubungan dengan ketenagakerjaan mulai dari upah kerja, jam kerja, hak maternal, cuti sampi dengan keselamatan dan kesehatan kerja.

Keselamatan kerja adalah sebuah lomba yang kita semua bisa menangkan. Tetaplah bekerja dengan aman, seseorang yang Anda cintai telah menunggu Anda di rumah, Know safety no injury. No safety, now injury.



Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan_dan_keselamatan_kerja

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_engineering_branches

https://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-keselamatan-kerja/

http://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com/2013/09/pengertian-dan-definisi-k3-keselamatan.html

http://www.gajimu.com/main/pekerjaan-yanglayak/keselamatan-dan-kesehatan-kerja/pertanyaan-mengenai-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-di-indonesia-1

Me

oke, saat nya gw memberikan contoh caranya memperkenalkan diri. gw mulai dari yang paling sederhana dan simpel ke pengenalan yang panjang lebar. My Name is Ening Pramudita. call me Dita. I'm from Madiun, East Java. gw lahir dibumi 24 oktober 1995. gw memang tidak dilahirkan sebagai orang yang cerdas, gw memerlukan waktu yang cukup lama untuk memahami sesuatu dibandingkan dengan otak manusia pada umumnya hahaha. gw anak pertama dari dua bersaudara. gw mempunyai adik yang bernama Shellyna Dwi Anjani,  kita berdua sangat berbeda seperti langit dan bumi.  hobby kita gak sama, jangankan hobby wajah kita pun sama sekali gak ada miripnya. selain adik yang pasti gw punya orang tua yang super hebat dan keren (versi gw). gw punya teman banyak, banyak banget ! gak sombong sih hahaha. selain teman masa TK sampai SMA gw punya temen di komunitas yaitu Sahabat Peterpan, gw gabung disini karna memang mengidolakan Ariel banget hehehe. disini gw mendapatkan banyak sahabat dan pelajaran. beberapa bulan kedepan gw nemuin sekelompok anak muda yang suka berkeliaran dimalam hari membagikan nasi bungkus untuk orang yang tinggal di jalanan dan kolong jembatan. gw sempet ingin menyapa mereka dan menimbulkan beberapa pertanyaan untuk anak anak muda itu tapi gw gak berani karna gw sedikit jaim hahahaha. salah satu dari mereka memakai kaos yang bertulisan @berbaginasiJKT dan akhirnya gw search di twitter dan follow akun itu. ternyata diantara mereka ada temen gw salah satu dari Sahabat Peterpan, dan akhirnya gw ikutan gabung sama mereka. ini kegiatan berbagi yang sangat keren banget !!! gimana gak keren malem malem kita ngumpulin nasi (bawa nasi semampu kita) terus kita keliling dan kasih nasi bungkus ke target. ada yang lagi mulung botol buat dijual besok bahkan ada yang sengaja tidur karna kelaparan :(
setahun kemudian gw memutuskan untuk jadi mahasiswi disalah satu universitas di Meruya. dan disini gw bersahabat dengan orang-orang yang super gokil, kita dipertemukan secara seleksi alam. hobby kita sama ! suka Travelling dan Kulineraaaaan. oh iya, gw gak menceritakan sosok pacar ya ? hahaha. sengaja sih tapi memang gak punya hihihi syediiiiiiiiiih huuuuft ! gw jombs dari september 2012. banyak pertanyaan dari banyak temen kenapa masih pengen sendiri, hmmmm karna memang belum menemukan yang nyaman buat gw. bukan berarti gw blm bisa Move On ya. yang deket dan care sih banyak tapi gak ada yang bisa bikin gw nyaman. bukan berarti gw milih milih ya? karna manusia gak ada yang sempurna. ada sih tapi kayaknya bukan ditakdirkan buat gw hehehe. eh eh kok jadi kesini ya pembicaraan nya hahaha


oke sekian dan terimakasih perkenalan dari saya
Ening Pramudita